2-Phenoxyethanol (Kelas Farmasi) CAS:122-99-6
Kinerja Pengawet:Fenoksietanol memiliki efek antimikroba spektrum luas, yang mampu memberikan aktivitas penghambatan terhadap bakteri, ragi, dan jamur. Sifat ini memperkuat posisinya sebagai komponen pengawet penting dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi.
Karakteristik Keamanan: Dengan toksisitas sistemik yang rendah dan potensi iritasi yang kecil, fenoksietanol sangat cocok untuk formulasi topikal dan injeksi. Sifat penyerapan dermalnya yang baik semakin mendukung kompatibilitasnya dengan aplikasi semacam itu.
Keuntungan dari Persyaratan Regulasi: Sering kali dianggap sebagai pengganti yang disukai untuk paraben, phenoxyethanol mengurangi kekhawatiran terkait kemungkinan efek mengganggu endokrin sambil tetap menjaga fungsionalitas pengawet yang dapat diandalkan.
Fungsi Antiseptik: Fenoksietanol dapat secara efektif menghambat berbagai mikroba termasuk bakteri, jamur, dan lumut karena sifat antibakterinya yang luas. Oleh karena itu, bahan ini telah menjadi bahan antiseptik utama yang umum digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan sehari-hari.
Fitur Keamanan:Bahan ini memiliki toksisitas internal yang rendah dan menyebabkan iritasi kulit yang ringan. Bahan ini cocok digunakan dalam produk perawatan kulit eksternal serta preparasi injeksi, dan penetrasinya yang sedang pada kulit juga menjamin penggunaan yang aman dalam formula terkait.
Keunggulan Kepatuhan: Ini secara luas dianggap sebagai pengganti ideal untuk bahan pengawet paraben. Ini dapat menghindari risiko tersembunyi dari gangguan endokrin dan tetap menjaga kapasitas antiseptik yang stabil dan sangat baik.
Bidang Aplikasi yang Luas:Selain produk kecantikan dan perawatan pribadi, bahan ini juga banyak digunakan dalam obat-obatan medis dan produk vaksin. Ini dapat secara efektif memperpanjang masa pakai produk dan menghentikan polusi mikroba berbahaya.
Sifat Kimia 2-Phenoxyethanol
Titik lebur |
11-13 ° C (huruf) |
Titik didih |
247 ° C (huruf) |
Kepadatan |
1,102 g/mL pada suhu 25°C ° C (huruf) |
Kepadatan uap |
4.8 (dibandingkan udara) |
tekanan uap |
0,01 mm Hg (20 ° C |
indeks refraksi |
n20/D 1.539 |
FEMA |
4620 | 2-Phenoxietanol |
Fp |
>230 ° F |
suhu penyimpanan |
Simpan di bawah +30 ° C. |
kelarutan |
Larut, bening, tidak berwarna hingga sedikit kekuningan |
pka |
14.36±0.10 (Diprediksi) |
bentuk |
Cairan |
warna |
Bening dan tidak berwarna |
Berat Jenis |
1.109 (20/4 ℃ ) |
Bau |
Aroma harum yang samar |
Rentang PH |
7 pada 10 g/l pada suhu 23 ° C |
PH |
7 (10g/l, H2O, 23°C) ℃ ) |
batas ledakan |
1.4-9.0%(V) |
Jenis Bau |
berbunga-bunga |
Kelarutan dalam Air |
30 g/L (20 ºC) |
Merck |
14,7257 |
BRN |
1364011 |
InChIKey |
QCDWFXQBSFUVSP-UHFFFAOYSA-N |
LogP |
1,2 pada 23 ℃ |
Referensi Basis Data CAS |
122-99-6 (Referensi Basis Data CAS) |
Referensi Kimia NIST |
2-Phenoxyethanol(122-99-6) |
Sistem Pendaftaran Zat EPA |
Etilen glikol monofenil eter (122-99-6) |
Informasi Keselamatan
Kode Bahaya |
Xn,Xi |
Pernyataan Risiko |
22-36-R36-R22 |
Pernyataan Keselamatan |
26-S26 |
WGK Jerman |
1 |
RTECS |
KM0350000 |
Suhu Autoignisinya |
535 ° C DIN 51794 |
Catatan Bahaya |
Iritasi |
TSCA |
Ya |
Kode HS |
29094990 |
Data Bahan Berbahaya |
122-99-6 (Data Bahan Berbahaya) |
Toksisitas |
LD50 oral pada kelinci: 1850 mg/kg LD50 dermal pada kelinci > 2000 mg/kg |




