Etilen glikol CAS:107-21-1
Agen Antibeku Berkinerja Tinggi: Memiliki titik leleh rendah yaitu -13 ° C dan titik didih yang tinggi yaitu 198 ° C, bahan kimia ini memberikan perlindungan yang andal terhadap pembekuan dan panas berlebih pada sistem mesin.
Bahan Baku Utama untuk Produksi PET: Ini berfungsi sebagai bahan baku penting dalam pembuatan serat poliester, polimer, dan resin sintetis.
Pelarut & Humektan Industri Serbaguna:Produk ini berfungsi sebagai alternatif hemat biaya untuk gliserin, berperan sebagai pelarut dalam formulasi farmasi dan agen penahan kelembapan dalam pengolahan kulit.
Penanganan Barang Massal yang Aman & Hemat Biaya: Sebagai cairan yang dapat larut dalam air, ia mempertahankan kestabilannya dalam kondisi berpendingin (2–8 ° C. Ini mendukung transportasi skala besar yang ekonomis, dengan jumlah pesanan minimum satu muatan kontainer penuh.
Etilen glikol Terutama digunakan sebagai komponen antibeku dalam sirkuit pendingin mesin kendaraan, dan juga berfungsi sebagai zat antara utama dalam produksi polietilen tereftalat (PET), yang banyak digunakan untuk membuat serat poliester dan produk plastik. Selain itu, bahan ini terlibat dalam pembuatan resin sintetis, pelarut, pelumas, surfaktan, pelembut, agen pelembab, dan bahan peledak. Dalam aplikasi industri, bahan ini umumnya digunakan sebagai pengganti gliserin yang ekonomis, berfungsi sebagai humektan dalam pengolahan kulit dan sebagai pelarut dalam produksi farmasi.
Parameter Produk
| Titik lebur | -13 ° C (huruf) |
| Titik didih | 195-198 ° C |
| Kepadatan | 1,113 g/mL pada suhu 25°C ° C (huruf) |
| Kepadatan uap | 2.1 (dibandingkan udara) |
| tekanan uap | 0,08 mm Hg (20 ° C |
| indeks refraksi | n20/D 1.431(lit.) |
| Fp | 230 ° F |
| suhu penyimpanan | 2-8 ° C |
| kelarutan | air: dapat bercampur |
| bentuk | Cairan Kental |
| pka | 14.22 (pada 25 ℃ ) |
| warna | biru |
| Polaritas relatif | 0.79 |
| PH | 6-7.5 (100g/l, H2O, 20°C) ℃ ) |
| Bau | Tidak berbau |
| batas ledakan | 3,2%(V) |
| Kelarutan dalam Air | dapat bercampur |
| Titik Beku | -11.5 ℃ |
| Sensitif | Higroskopis |
| λmaks | λ: 260 nm Amax: ≤0,03 |
| λ: 280 nm Amax: ≤0,01 | |
| Merck | 143,798 |
| BRN | 505945 |
| Batasan paparan | Batas maksimum di udara untuk uap dan kabut adalah 50 ppm (~125 mg/m3) (ACGIH); TWA 10 mg/m3 (partikulat) (MSHA). |
| Konstanta dielektrik | 37.0(20 ℃ ) |
| LogP | -1,36 pada 25 ℃ |
| Tegangan permukaan | 47,7mN/m pada suhu 20 ° C |
| Referensi Basis Data CAS | 107-21-1 (Referensi Basis Data CAS) |
| Referensi Kimia NIST | 1,2-Etanadiol(107-21-1) |
| Sistem Pendaftaran Zat EPA | Etilen glikol (107-21-1) |
Informasi Keselamatan
| Kode Bahaya | Xn |
| Pernyataan Risiko | 22-36-41 |
| Pernyataan Keselamatan | 26-39-36/37/39 |
| WGK Jerman | 3 |
| RTECS | KW2975000 |
| Suhu Autoignisasi | 752 ° F |
| TSCA | Ya |
| Kode HS | 29053100 |
| Data Bahan Berbahaya | 107-21-1 (Data Bahan Berbahaya) |
| Toksisitas | LD50 pada tikus, marmut (g/kg): 8,54, 6,61 secara oral (Smyth); pada tikus (ml/kg): 13,79 secara oral (Bornmann) |



